Langsung ke konten utama

Smart Order (Auto Order): Take Profit, Stop Loss, Trailing Stop, dan Limit If Touched di Stockbit

Smart Order (Auto Order) di Stockbit adalah fitur otomatisasi untuk menjual (atau membeli) saham berdasarkan kondisi harga pasar tertentu, sehingga investor tidak perlu memantau layar secara terus-menerus.

Tidak semua aplikasi perusahaan securitas punya fasilitas fitur ini, penulis hanya membagikan fitur Smart )rder (Auto Order) yang ada di aplikasi Stockbit, dibeberapa aplikasi securitas fitur ini tidak tersedia.

Fitur ini sangat bermanfaat bagi trader dan investor yang akan bertransaksi Sell (jual) atau Buy (beli) diharga yang terbaik atau harga yang diinginkan tanpa harus memantau terus running tradenya .



Keempat Jenis Smart Order

Berikut rincian dari keempat jenis pengaturan dalam Smart Order jual:
1. Stop Loss
  • Fungsi: Membatasi potensi kerugian jika harga saham turun melewati batas aman yang Anda tentukan.
  • Cara kerja: Saat harga pasar menyentuh atau turun di bawah harga pemicu (trigger price), sistem otomatis mengirimkan perintah jual (baik sebagai limit maupun market order). [1, 2, 3, 4]
2. Take Profit
  • Fungsi: Mengamankan atau merealisasikan keuntungan secara otomatis ketika target harga atas tercapai.
  • Cara kerja: Jika harga saham naik menyentuh target harga pemicu (trigger price) yang Anda pasang di atas harga beli, sistem langsung mengeksekusi penjualan
3. Trailing Stop
  • Fungsi: Mengunci keuntungan secara dinamis yang terus mengikuti kenaikan harga saham.
  • Cara kerja: Batas harga jual akan otomatis naik mengikuti rekor harga tertinggi baru. Namun, jika harga berbalik arah turun sebesar persentase atau jarak ticks yang Anda tentukan dari titik tertingginya, order jual akan langsung dieksekusi. [1, 2, 3]
4. Limit if Touched (LIT)
  • Fungsi: Memasang antrean limit order jual yang baru akan diaktifkan ke pasar setelah harga tertentu menyentuh batas pemicu.
  • Cara kerja: Berbeda dari stop loss (yang identik dengan proteksi rugi), LIT sering dipakai untuk eksekusi strategi di mana order jual di harga tertentu baru resmi diproses oleh sistem setelah harga pasar menyentuh titik acuan awal yang diinginkan. [1, 2, 3]


Stop Loss Versus Take profit

Bagaimana menjalankan fitur stop loss dan take profit dan dalam keadaan atau kondisi bagaimana kedua fitur ini digunakan.

Untuk lebih mudahnya liat gambar untuk emiten TAPG dibawah ini.

Tampilan Sell untuk Stop Loss dan Take Profit 

Liat nomer

  1. Diposisi ini bisa memilih smart order Take Profit, Stop Loss, Trailing Stop, dan Limit If      touched.
  2. Pilih order type yaitu limit (untuk saham), atau market untuk naik turunnya IHSG satuannya dalam lot.
  3. Masukan jumlah Lot yang akan djual (Sell) sesuai keinginan Take profit atau Stop Loss.
  4. Masukan target pricenya sesuai keinginan liat kotak berwarna merah sebagai acuannya untuk take profit masukan harga high yaitu 1.875 (kalau mau menjual cepat hari ini) dalan running trade atau harga tertinggi ARA(naik 20%) yaitu 2.280. Untuk Stop Loss masukan harga low yaitu 1.845 yaitu harga terendah running trade hari ini atau ARB(turun 15%) yaitu 1.560 dari harga open.
  5. Exfire yang berlaku hanya Good Till Cancel jadi akan berlaku terus sampau kita klik cancel.
  6. lalu Klik Sell

Trailing Stop 

Fitur Trailing Stop di Stockbit adalah perintah jual otomatis yang batas harganya bergerak naik mengikuti harga tertinggi saham, namun tidak turun kembali saat harga melemah, guna mengamankan profit. [1]

Berikut adalah panduan singkat cara memasang Trailing Stop di aplikasi mobile Stockbit:
Tampilan Trailing Stop

Cara Pasang Trailing Stop
  • Buka aplikasi Stockbit dan masuk ke halaman emiten saham yang ingin dijual (Company Page).
  • Klik tombol Sell, lalu pilih menu Order Type atau Tipe Smart Order.
  • Pilih opsi Trailing Stop dari daftar menu dropdown
  • Masukkan jumlah lot saham dan tentukan besar Trail Percentage (1% - 35%) yang diinginkan liat kotak berwarna merah ketika trail persentace dimasukan maka harga sell akan mengikuti.
  • Klik tombol Sell, periksa kembali detail pesanan pada halaman pratinjau (preview), lalu tekan Confirm. [1]

Limit if Touched

Fitur Limit If Touched (LIT) di Stockbit adalah perintah otomatis untuk beli atau jual saham saat harga pasar menyentuh angka pemicu (trigger) yang Anda tentukan, lalu mengeksekusinya pada harga batas (limit) yang diinginkan. [1, 2]

Tampilan limit if Touched


Cara Menggunakan Limit If Touched di Stockbit
  • Buka aplikasi Stockbit dan pilih saham pilihan Anda.
  • Klik tombol Buy atau Sell.
  • Ubah jenis order dari Limit Order biasa ke opsi Limit If Touched (Auto Order).
  • Masukkan Trigger Price: Harga pasar yang menjadi syarat/pemicu aktifnya order dalam gambar diatas emiten TAPG Trigger Pricenya diharga offer 1.910.
  • Masukkan Limit Price: Harga eksekusi transaksi yang Anda harapkan diharga 1.920.
  • Tentukan jumlah Lot saham.
  • Konfirmasi pesanan dan masukkan PIN Anda. [1, 2, 3]

Baca Juga:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saham Industri Apa yang Paling Bagus Untuk Diinvetasikan # Belajar dari Joeliardi Sunendar

Joeliardi Sunendar adalah seorang investor saham lulusan fakultas ekonomi Universitas Indonesia 1981 dan mempunyai pengalaman investasi saham lebih dari 30 tahun. Membocorkan rahasia investasi saham yang baik dalam podcash dengan Mirae Asset Securitas. Joeliardi Sunendar Pemikiran investasi sahamnya dituangkan dalam buku Cara Simpe Berinvestasi di Pasar Modal dan Cara Mudah Memahami Laporan Keuangan, dan tulisan-tulisannya di forum stockbit.com. Dasar pemikiran Joeliardi Sunendar selain pendidikannya juga dari pengalaman lamanya di pasar modal dan sangat di pengaruhi oleh Warren Buffet terutama dari buku The Warren Buffet Way. Rahasia investasi saham yang dibagikan di acara podcast dengan Mirae Asset Securitas saya rangkum dibawah ini: Investasi di saham resikonya lebih besar dibandingkan dengan obligasi, untuk itu harus ada safety of margin (ROE) Pilih perusahaan yang produk dan jasanya harus dibutuhkan bukan hanya 3 sampai 5 tahun kedepan tapi dibutuhkan bertahun-tahun ke depan a...

4 Perusahaan Manajemen Investasi Asing yang Aktif Berinvestasi di Indonesia

Banyak Perusahaan Investasi yang keluar masuk dananya untuk di berinvestasi di pasar keuangan dan pasar modal Indonesia, dalam artikel ini saya sajikan 4 perusahaan besar yang berinvetasi sangat besar yang mengerakan IHSG. Dengan mengetahui perusahaan ini kita bisa gunakan strategi investasi saham yang banyak dipakai oleh para investor retail yaitu follow the big Fish. Strategi "follow the big fish" adalah mengikuti jejak investor besar seperti institusi dan  fund manager  dalam investasi saham, karena mereka memiliki modal besar yang dapat menggerakkan pasar. Investor ritel dapat menggunakannya sebagai referensi untuk melihat saham mana yang diminati oleh  big fund  dan mencoba mengantisipasi pergerakan pasar dengan menganalisis akumulasi dan distribusi saham oleh mereka.   Perusahaan investasi besar dari luar negeri yang bisa diikuti antara lain: 1. Vanguard Group Inc Vanguard Group adalah perusahaan manajemen investasi Amerika yang didirikan pada tahun 1975 ...

Pemahaman Value Investing Untuk Jenjang Pemahaman Investor

Bila uang di investasikan di tabungan dimana suku bunganya hanya 1,25%, maka tabungan kita akan tergerus oleh biaya administrasi dan inflasi. Bila uang di investasikan ke deposito maka  dengan suku bunga hanya 3% setahun makan uang masih tekor oleh inflasi yang besarnya sekitar 2,5%. Kita butuh Instrumen Investasi yang bisa lebih dari 20% agar kekayaan kita cepat berlipatnya. Tingkat pengembalian yang tinggi diatas 20 % akan memudahkan kita memperbesar uang, dan menpercepat kita pensiun dini. Salah satu instrumen investasi yang bisa memberikan tingkat pengembalian adalah investasi saham, dimana dari deviden ada yang memberikan deviden lebih dari 80% setahun. Kenapa Investasi saham sangat perlu mnegunakan strategi Value Investing ? karena sudah ada bukti investor yang melipatgandakan hasil investasinya 5.000 X lipat yaitu Lo Keng Hong semenjak tahun 1998 sampai dengan 2020. atau nilai returnnya 47% per tahun. Di luar negeri Warren Buffet sudah menerapkan startegi ini selama 6 Dekade...